|
| Jumat, 30 Juli 2010 |
|
Home |
|
|
|
|
|
Rabu, 16 Juni 2010 |
|
Masalah kemiskinan, kelaparan dan kekurangan gizi menjadi masalah kompleks dan saling terkait. Diperlukan upaya jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan pangan yang sinergis dengan upaya jangka panjang sehingga mampu memberdayakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Hal itu disampaikan Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. Dr. PH, saat membuka peringatan End Hunger Walk the World 2010, di Jakarta, tanggal (06/06, 2010), yang diikuti sekitar 12.000 peserta. Hadir dalam acara, Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, MMA, dan dimeriahkan juga oleh para artis dan sponsor, antara lain TNT, Unilever, dan Bank BNI.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 10 Juni 2010 |
Kementerian Kesehatan menargetkan pada tahun 2014 seluruh desa/ kelurahan mencapai 100% UCI (Universal Child Immunization) atau 90% dari seluruh bayi di desa/ kelurahan tersebut memperoleh imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG, Hepatitis B, DPT-HB, Polio dan campak. Pencapaian UCI desa/ kelurahan tahun 2009 masih sangat rendah, yaitu 69,6%. Hal ini disebabkan antara lain karena kurang perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah terhadap program imunisasi, kurangnya dana operasional untuk imunisasi baik rutin maupun tambahan, dan tidak tersedianya fasilitas dan infrastruktur yang adekuate. Selain itu juga kurangnya koordinasi lintas sektor termasuk pelayanan kesehatan swasta, kurang sumber daya yang memadai serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program dan manfaat imunisasi.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Senin, 31 Mei 2010 |
|
Sungguh luar biasa perhatian Menkes R.I. Dr. Endang Rahayu Sedyaningsiht,MPH,Dr..PH terhadap Munas PPNI. Menurut Protocol kementrian, beliau berangkat dari Jakarta Jumat pagi menuju Surabaya, penuh dengan kegiatan, sekitar jam 14.00 Wib lebih dengan pesawat Lion menuju Balikpapan. Alhamdulillah pesawat Lion bisa tepat sesuai jadwal, sekitar jam 17.25 wWta mendarat di sepinggan. Setelah menjalankan ibadah sholat ashar dan beristirahat sejenak, beliau beserta suami dan rombongan dijamu oleh Dinkes Balikpapan di RM pinggir pantai . Pada jamuan tersebut yang juga merupakan acara silaturahmi dengan jajaran pejabat kesehatan Kaltim, hadir pula Asisten 3 Sekprov Kaltim, Bapak H.Sutarnyoto,SKM,MSi. Setelah acara tersebut Menkes R.I. beserta rombongan menuju Hotel Grand Senyiur sebagai tempat Munas PPNI. Sekitar jam 20.30 Wita Menkes R.I. memberi pengarahan dengan materi Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional dan Kontribusi Stakeholder. Sangat antusias sambutan peserta Munas yg berjumlah seribu lebih, tepuk tangan berkali kali menggema disela sela pengarahan beliau. Pada hari Sabtu pagi sekitar jam 07.30 Wita Menkes beserta rombongan meninggalkan kota Balikpapan menuju Jakarta. By Humas |
|
|
Rabu, 26 Mei 2010 |
Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, 80 % karena komplikasi obstetri dan 20 % oleh sebab lainnya. Sedangkan penyebab tidak langsung adalah “3 Terlambat” dan “4 Terlalu”. Tiga faktor terlambat yang dimaksud adalah terlambat dalam mengambil keputusan, terlambat sampai ke tempat rujukan, dan terlambat dalam mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan. Adapun 4 terlalu adalah terlalu muda saat melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak melahirkan.
Untuk mengatasi hal itu diperlukan upaya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan keterlibatan masyarakat madani termasuk organisasi profesi dalam menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) di Indonesia. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Selasa, 06 April 2010 |
Rapat Kerja Bidang Kesehatan yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. |
|
|
Selasa, 06 April 2010 |
|
Acara Pembukaan Pertemuan Pemantapan Koordinasi Pusat Penanggulangan Krisis Regional (Kaltim, Kalsel dan Kalteng) yang di laksanakan di Balikpapan Tgl 05 s/ 07 April 2010, dibuka oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes RI, Bpk. Mudjiharto, SKM, MM. Dalam poto sebelah kanannya Bpk. drg. Rosihan Adhani, MS Ketua Regional (Kaltim, Kalsel dan Kalteng) Penanggulangan Krisis yang juga Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalsel, dan sebelah kirinya Bpk dr. M.Syafak Hanung, DSPA (Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kaltim. sebagai tuan rumah pelaksanaan Pertemuan. Dalam pertemuan tersebut dihadiri Kadinkes Prov/Kab/Kota wilayah (Kalsel, Kaltim, Kalteng) dan dan Kasubdin yang terkait. |
|
|
Senin, 05 April 2010 |
|
Pemerintah perhatikan Daerah Bersamalah Kesehatan, diantaranya Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dengan masalah kesehatan yang sangat spesifik. Hal ini disampaikan Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dalam acara dialog dengan jajaran kesehatan. Dialog dilakukan usai penanda tanganan kerja sama Menteri Kesehatan dan Menteri PDT yang dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, 19 Maret 2010 di Pontinak. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Senin, 05 April 2010 |
|
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), urbanisasi sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan global maupun kesehatan individu. Sejalan dengan hal itu, untuk memperingati Hari Kesehatan Sedunia (HKS ke-62) tanggal 7 April 2010, ditetapkan tema Urbanization and Health, dengan slogan 1000 Cities, 1000 Live. Sedangkan Indonesia berdasarkan Keputusan Menkes No. 350/Menkes/SK/III/2010 menetapkan tema Urbanisasi dan Kesehatan, sub tema Kota Sehat, Warga Sehat dengan slogan 1000 Kota, 1000 Kehidupan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 12 Maret 2010 |
|
Kementerian Kesehatan menyambut baik peluncuran layanan informasi harga obat dengan menggunakan teknologi komunikasi melalui SMS ( Short Message Service ) sehingga hampir setiap orang dapat memperoleh informasi harga dan jenis obat yang dibutuhkan secara efisien. Cara mengakses informasi harga obat yaitu, SMS dengan mengetik “OBAT“ (spasi) “nama obat” atau “LAFAI” (spasi) “nama obat” kirim ke 9333. Bila menggunakan kemasan ditambahkan tanda pagar (#) dibelakang nama obat dilanjutkan mengetik kemasan (tablet, kapsul, botol), selanjutnya akan menerima respons dari provider Telkomsel berupa, daftar harga obat yang dimaksud disertai jenis obat alternatifnya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Senin, 08 Pebruari 2010 |
|
Pabrik Obat dan/atau Pedagang Besar Farmasi (PBF) dalam menyalurkan Obat Generik kepada Pemerintah, Rumah Sakit, Apotek dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya harus menggunakan Harga Neto Apotek (HNA) plus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagai harga patokan tertinggi. Tetapi dalam rangka menjamin ketersediaan dan pemerataan obat generik, pabrik obat dan/atau PBF dapat menambahkan biaya distribusi maksimum sebesar 5% untuk Regional I-II, 10% untuk Regional III dan 20% untuk Regional IV. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Senin, 08 Pebruari 2010 |
|
Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau program jaminan pelayanan kesehatan secara gratis bagi penduduk miskin dan kurang mampu di Puskesmas maupun rumah sakit dilanjutkan. Bahkan kepesertaan Jamkesmas sebagai salah satu unggulan program 100 hari diperluas terhadap tiga kelompok sasaran baru yaitu orang miskin baru akibat tertimpa musibah bencana, orang miskin penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan di Rumah Tahanan (Rutan), orang-orang tua miskin yang tinggal di Panti Sosial, anak terlantar dan anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti-panti asuhan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 04 Pebruari 2010 |
 Lebih dari 3 juta jiwa penduduk di dunia hidup di wilayah perkotaan. Di tahun 2007 untuk pertama kali dalam sejarah, laju pertambahan populasi penduduk hidup di perkotaan telah melampaui 50%, dan proporsi ini akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang. Diproyeksikan pada tahun 2030, 6 dari 10 orang akan menjadi penghuni daerah perkotaan dan akan meningkat menjadi 7 dari 10 orang di tahun 2050. Di Indonesia, tahun 2009, lebih dari 43 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan, dan menurut prediksi pada tahun 2025 lebih dari 60 persen populasi akan tinggal di pusat kota. Sebagai akibatnya, pemerintah kota menghadapi tantangan besar; keberhasilan menghadapi tantangan itu sangatlah penting bagi kelangsungan Indonesia, dan juga pertumbuhan ekonomi serta pengurangan kemiskinan. Di tahun 1999, dua dari lima kota di Indonesia termasuk miskin; dalam dekade berikutnya, urbanisasi akan membawa masyarakat menuju daerah kumuh di kota (tahun 1999, sumber World Bank 2002). Laju urbanisasi tidak terhindarkan lagi dan telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita sekarang ini. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 04 Pebruari 2010 |
|
Kematian dan kesakitan ibu hamil, bersalin dan nifas masih merupakan masalah besar negara berkembang termasuk Indonesia. Di negara miskin, sekitar 25-50% kematian wanita usia subur disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, dan nifas. WHO memperkirakan diseluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 meninggal saat hamil atau bersalin. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 04 Pebruari 2010 |
|
Untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDGs) yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup (KH) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 23 per 1.000 KH pada tahun 2015, perlu upaya percepatan yang lebih besar dan kerja keras karena kondisi saat ini, AKI 307 per 100.000 KH dan AKB 34 per 1.000 KH. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rabu, 27 Januari 2010 |
|
Dalam rangka mutasi pejabat eselon 2 di lingkungan Pemprov Kaltim , salah satunya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur yang ditinggalkan H. Sutarnyoto, SKM, MSi (karena menjadi Asisten Sekprov Bidang Kesejahteraan Rakyat). Dr. M. Syafak Hanung, Sp.A yang sebelumnya Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dipercaya memimpin Diskes Kaltim. Posisinya di RSKD digantikan Rachim Dinata, yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir RSKD, yang pelantikannya dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur pada tanggal 26 Januari 2010. |
|
|
Rabu, 20 Januari 2010 |
|
Obat merupakan unsur penting dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Sebagian besar intervensi medik menggunakan obat, oleh karena itu akses masyarakat terhadap obat harus diperluas mencakup ketersediaan jenis maupun jumlahnya. Selain itu, perlu diperhatikan pula jaminan terhadap keamanan, khasiat, dan mutu obat serta penyebaran yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk menggalakkan kembali penggunaan obat generik di sarana pelayanan kesehatan utamanya milik Pemerintah, dilakukan langkah-langkah strategis. PERMENKES NO: HK.02.02/MENKES/068/2010 tentang : Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat
|
|
Selengkapnya...
|
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 19 dari 204 |
|
|
|
STATISTIK PENGUNJUNG |
 | Hari Ini | 706 |  | Kemarin | 1485 |  | Minggu Ini | 5884 |  | Bulan Ini | 43121 |  | Keseluruhan | 260561 |
|
|
|