BUKU TAMU
ISI BUKU TAMU
Main Menu
Home
Visi & Misi Gubernur
ViSi & Misi Dinkes
Forum Diskusi
Info Jamkesmas
Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Prov.Kaltim
Forum Diskusi Kesehatan
BANK DATA
BANK DATA KESEHATAN
LINK RS
RSUD AW.Syahranie Smd
RS Atma Husada Mahakam Smd
RSUD Malinau
LINK WEBSITE
LINK KAB./KOTA
LINK KESEHATAN
LINK UPTD
AKPER PROV. KALTIM
Berita Daerah
Berita Kutai Kartanegara
Berita Balikpapan
Berita Berau
Berita Samarinda
Berita Bontang
Berita Kutai Barat
Berita Nunukan
Berita Malinau
Berita Paser
Berita Bulungan
Berita Penajam Paser Utara
Berita Tarakan
Berita Kutai Timur
LINK INTRANET
INTRANET DINKESKALTIM
Events Calendar
« < July 2010 > »
S M T W T F S
27 28 29 30 1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
« < August 2010 > »
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Related Items
DOCman Category
Jumat, 30 Juli 2010
Home

10 AGENDA PRIORITAS PEMBANGUNAN KALTIM  == 1. Atasi pengangguran, karena di Kaltim jumlah angkatan kerja, dengan jumlah lapangan pekerjaan masih belum seimbang. ==  2. Pembangunan infrastruktur perekonomian, terutama jalan, jembatan dan pelabuhan. Jalan trans Kalimantan perlu segera dituntaskan. Begitu pula pembangunan jalan kabupaten/kota. == 3. Pelaksanaan komitmen untuk mengalokasikan biaya pendidikan sebesar 20 persen (di luar gaji dan kesejahteraan guru), pencanangan wajib belajar 12 tahun serta pendidikan gratis.   == 4 . Penanganan banjir yang melanda Kota Samarinda, Balikpapan, dan kota-kota lainnya, terutama sepanjang Daerah Aliran Sungai Mahakam. ==  5. Pemberdayaan ekonomi rakyat semakin ditingkatkan, terutama memperhatikan pada sektor riil, sektor informal dan UKM. Begitu pula perlunya mengurangi keterbatasan akses permodalan.  == 6. Peningkatan daya beli masyarakat dan peningkatan kesejahteraan PNS / TNI dan Polri. == 7. Penyelesaian krisis energi, mengurangi ketimpangan antara ketersediaan tenaga listrik dengan kebutuhan tenaga listrik. == 8. Kemandirian/kecukupan pangan dalam rangka ketahanan pangan.   == 9. Pembangunan kawasan wilayah perbatasan, kawasan pedalaman dan daerah terpencil. Satu hal yang perlu terobosan khusus, mengingat tingkat kemajuan yang dicapai pada saat ini relatif lambat. == 10. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan memperbaiki iklim investasi.           
KEMISKINAN, KELAPARAN DAN KEKURANGAN GIZI ADALAH MASALAH KOMPLEKS
Rabu, 16 Juni 2010

Masalah kemiskinan, kelaparan dan kekurangan gizi menjadi masalah kompleks dan saling terkait. Diperlukan upaya jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan pangan yang sinergis dengan upaya jangka panjang sehingga mampu memberdayakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Hal itu disampaikan Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. Dr. PH, saat membuka peringatan End Hunger Walk the World 2010, di Jakarta, tanggal (06/06, 2010), yang diikuti sekitar 12.000 peserta. Hadir dalam acara, Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, MMA, dan dimeriahkan juga oleh para artis dan sponsor, antara lain TNT, Unilever, dan Bank BNI.

Selengkapnya...
 
KEMKES TERGETKAN TAHUN 2014 SELURUH DESA/KELURAHAN 100% UCI
Kamis, 10 Juni 2010
Kementerian Kesehatan menargetkan pada tahun 2014 seluruh desa/ kelurahan mencapai 100% UCI (Universal Child Immunization) atau 90% dari seluruh bayi di desa/ kelurahan tersebut memperoleh imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari BCG, Hepatitis B, DPT-HB, Polio dan campak. Pencapaian UCI desa/ kelurahan tahun 2009 masih sangat rendah, yaitu 69,6%. Hal ini disebabkan antara lain karena kurang perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah terhadap program imunisasi, kurangnya dana operasional untuk imunisasi baik rutin maupun tambahan, dan tidak tersedianya fasilitas dan infrastruktur yang adekuate. Selain itu juga kurangnya koordinasi lintas sektor termasuk pelayanan kesehatan swasta, kurang sumber daya yang memadai serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program dan manfaat imunisasi.

Selengkapnya...
 
Menkes R.I. pada acara Munas VIII PPNI di Balikpapan
Senin, 31 Mei 2010

Image 

Sungguh luar biasa perhatian Menkes R.I. Dr. Endang Rahayu Sedyaningsiht,MPH,Dr..PH terhadap Munas PPNI. Menurut Protocol kementrian, beliau berangkat dari Jakarta Jumat pagi menuju Surabaya, penuh dengan kegiatan, sekitar jam 14.00 Wib lebih dengan pesawat Lion menuju Balikpapan. Alhamdulillah pesawat Lion bisa tepat sesuai jadwal, sekitar jam 17.25 wWta mendarat di sepinggan. Setelah menjalankan ibadah sholat  ashar dan beristirahat sejenak, beliau beserta suami dan rombongan dijamu oleh Dinkes Balikpapan di RM pinggir pantai . Pada jamuan tersebut yang juga merupakan acara silaturahmi dengan jajaran pejabat kesehatan Kaltim, hadir pula Asisten 3 Sekprov Kaltim, Bapak H.Sutarnyoto,SKM,MSi. Setelah acara tersebut  Menkes R.I. beserta rombongan menuju Hotel Grand Senyiur sebagai tempat Munas PPNI. Sekitar jam 20.30 Wita Menkes R.I. memberi pengarahan dengan materi Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional dan Kontribusi Stakeholder. Sangat antusias sambutan peserta Munas yg berjumlah seribu lebih, tepuk tangan berkali kali menggema disela sela pengarahan beliau. Pada hari Sabtu pagi sekitar jam 07.30 Wita Menkes beserta rombongan meninggalkan kota Balikpapan menuju Jakarta By Humas

 
PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA KSESEHATAN EFEKTIF TURUNKAN AKI DI INDONESIA
Rabu, 26 Mei 2010
Penyebab langsung kematian ibu di Indonesia, 80 % karena komplikasi obstetri dan 20 % oleh sebab lainnya. Sedangkan penyebab tidak langsung adalah “3 Terlambat” dan “4 Terlalu”. Tiga faktor terlambat yang dimaksud adalah terlambat dalam mengambil keputusan, terlambat sampai ke tempat rujukan, dan terlambat dalam mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan. Adapun 4 terlalu adalah terlalu muda saat melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu banyak anak, dan terlalu dekat jarak melahirkan.

Untuk mengatasi hal itu diperlukan upaya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan keterlibatan masyarakat madani termasuk organisasi profesi dalam menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) di Indonesia.
Selengkapnya...
 
Rapat Kerja Bidang Kesehatan
Selasa, 06 April 2010
ImageRapat Kerja Bidang Kesehatan yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim.
 
Pertemuan Koordinasi PPK Regional
Selasa, 06 April 2010

Image 

Acara Pembukaan Pertemuan Pemantapan Koordinasi Pusat Penanggulangan Krisis Regional (Kaltim, Kalsel dan Kalteng) yang di laksanakan di Balikpapan Tgl 05 s/ 07 April 2010, dibuka oleh Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes RI, Bpk. Mudjiharto, SKM, MM. Dalam poto sebelah kanannya Bpk. drg. Rosihan Adhani, MS Ketua Regional (Kaltim, Kalsel dan Kalteng) Penanggulangan Krisis yang juga Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalsel, dan sebelah kirinya Bpk dr. M.Syafak Hanung, DSPA (Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kaltim. sebagai tuan rumah pelaksanaan Pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri Kadinkes Prov/Kab/Kota wilayah (Kalsel, Kaltim, Kalteng) dan dan Kasubdin yang terkait.

 

 
PEMERINTAH PERHATIKAN DAERAH BERMASALAH KESEHATAN
Senin, 05 April 2010

Pemerintah perhatikan Daerah Bersamalah Kesehatan, diantaranya Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dengan masalah kesehatan yang sangat spesifik.

Hal ini disampaikan Menkes, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH dalam acara dialog dengan jajaran kesehatan. Dialog dilakukan usai penanda tanganan kerja sama Menteri Kesehatan dan Menteri PDT yang dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, 19 Maret 2010 di Pontinak.

 

Selengkapnya...
 
KOTA SEHAT WARGA SEHAT
Senin, 05 April 2010
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), urbanisasi sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan global maupun kesehatan individu. Sejalan dengan hal itu, untuk memperingati Hari Kesehatan Sedunia (HKS ke-62) tanggal 7 April 2010, ditetapkan tema Urbanization and Health, dengan slogan 1000 Cities, 1000 Live. Sedangkan Indonesia berdasarkan Keputusan Menkes No. 350/Menkes/SK/III/2010 menetapkan tema Urbanisasi dan Kesehatan, sub tema Kota Sehat, Warga Sehat dengan slogan 1000 Kota, 1000 Kehidupan.
Selengkapnya...
 
LAYANAN INFORMASI HARGA OBAT MELALUI SMS
Jumat, 12 Maret 2010

Kementerian Kesehatan menyambut baik peluncuran layanan informasi harga obat dengan menggunakan teknologi komunikasi melalui SMS ( Short Message Service ) sehingga hampir setiap orang dapat memperoleh informasi harga dan jenis obat yang dibutuhkan secara efisien.

Cara mengakses informasi harga obat yaitu, SMS dengan mengetik “OBAT“ (spasi) “nama obat” atau “LAFAI” (spasi) “nama obat” kirim ke 9333. Bila menggunakan kemasan ditambahkan tanda pagar (#) dibelakang nama obat dilanjutkan mengetik kemasan (tablet, kapsul, botol), selanjutnya akan menerima respons dari provider Telkomsel berupa, daftar harga obat yang dimaksud disertai jenis obat alternatifnya.

Selengkapnya...
 
PENETAPAN HARGA ECERAN TERTINGGI OBAT GENERIK
Senin, 08 Pebruari 2010
Pabrik Obat dan/atau Pedagang Besar Farmasi (PBF) dalam menyalurkan Obat Generik kepada Pemerintah, Rumah Sakit, Apotek dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya harus menggunakan Harga Neto Apotek (HNA) plus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagai harga patokan tertinggi. Tetapi dalam rangka menjamin ketersediaan dan pemerataan obat generik, pabrik obat dan/atau PBF dapat menambahkan biaya distribusi  maksimum sebesar 5% untuk Regional I-II, 10% untuk Regional III dan 20% untuk Regional IV.
 
Selengkapnya...
 
KEPESERTAAN JAMKESMAS DIPERLUAS
Senin, 08 Pebruari 2010
Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau program jaminan pelayanan kesehatan secara gratis bagi penduduk miskin dan kurang mampu di Puskesmas maupun rumah sakit dilanjutkan. Bahkan kepesertaan Jamkesmas sebagai salah satu unggulan program 100 hari diperluas terhadap tiga kelompok sasaran baru yaitu orang miskin baru akibat tertimpa musibah bencana,  orang miskin penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan di Rumah Tahanan (Rutan), orang-orang tua miskin yang tinggal di Panti Sosial, anak terlantar dan anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti-panti asuhan.
Selengkapnya...
 
HARI KESEHATAN DUNIA 2010 - 1000 CITIES 1000 LIVES
Kamis, 04 Pebruari 2010
ImageLebih dari 3 juta jiwa penduduk di dunia hidup di wilayah perkotaan. Di tahun 2007 untuk pertama kali dalam sejarah, laju pertambahan populasi penduduk hidup di perkotaan telah melampaui 50%, dan proporsi ini akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang. Diproyeksikan pada tahun 2030, 6 dari 10 orang akan menjadi penghuni daerah perkotaan dan akan meningkat menjadi 7 dari 10 orang di tahun 2050. Di Indonesia, tahun 2009, lebih dari 43 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan, dan menurut prediksi pada tahun 2025 lebih dari 60 persen populasi akan tinggal di pusat kota. Sebagai akibatnya, pemerintah kota menghadapi tantangan besar; keberhasilan menghadapi tantangan itu sangatlah penting bagi kelangsungan Indonesia, dan juga pertumbuhan ekonomi serta pengurangan kemiskinan. Di tahun 1999, dua dari lima kota di Indonesia termasuk miskin; dalam dekade berikutnya, urbanisasi akan membawa masyarakat menuju daerah kumuh di kota (tahun 1999, sumber World Bank 2002). Laju urbanisasi tidak terhindarkan lagi dan telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita sekarang ini.
Selengkapnya...
 
Ibu Selamat, Bayi Sehat, Suami Siaga
Kamis, 04 Pebruari 2010
Kematian dan kesakitan ibu hamil, bersalin dan nifas masih merupakan masalah besar negara berkembang termasuk Indonesia. Di negara miskin, sekitar 25-50% kematian wanita usia subur disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, dan nifas. WHO memperkirakan diseluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 meninggal saat hamil atau bersalin.
Selengkapnya...
 
Untuk Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Perlu Kerja Keras
Kamis, 04 Pebruari 2010
Untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDGs) yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup (KH)  dan Angka Kematian Bayi (AKB)  menjadi 23 per 1.000 KH pada tahun 2015, perlu upaya percepatan yang lebih besar dan kerja keras karena kondisi saat ini, AKI 307 per 100.000 KH dan AKB 34 per 1.000 KH.
Selengkapnya...
 
Pelantikan Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kaltim
Rabu, 27 Januari 2010

ImageDalam rangka mutasi  pejabat eselon 2 di lingkungan Pemprov Kaltim , salah satunya  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur  yang ditinggalkan H. Sutarnyoto, SKM, MSi (karena menjadi Asisten Sekprov Bidang Kesejahteraan Rakyat). Dr. M. Syafak Hanung, Sp.A yang sebelumnya Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan  dipercaya memimpin Diskes Kaltim. Posisinya di RSKD digantikan Rachim Dinata, yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir RSKD, yang pelantikannya dilakukan oleh  Gubernur Kalimantan Timur pada tanggal 26 Januari 2010.

 
PEMERINTAH MELAKUKAN REVITALISASI PENGGUNAAN OBAT GENERIK
Rabu, 20 Januari 2010
Obat merupakan unsur penting dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Sebagian besar intervensi medik menggunakan obat, oleh karena itu akses masyarakat terhadap obat harus diperluas mencakup ketersediaan jenis maupun jumlahnya. Selain itu, perlu diperhatikan pula jaminan terhadap keamanan, khasiat, dan mutu obat serta penyebaran yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk menggalakkan kembali penggunaan obat generik di sarana pelayanan kesehatan utamanya milik Pemerintah, dilakukan langkah-langkah strategis.
 
PERMENKES NO: HK.02.02/MENKES/068/2010 tentang : Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat 
Selengkapnya...
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 19 dari 204
STATISTIK PENGUNJUNG
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini706
mod_vvisit_counterKemarin1485
mod_vvisit_counterMinggu Ini5884
mod_vvisit_counterBulan Ini43121
mod_vvisit_counterKeseluruhan260561
Aplikasi Online
Sistim Informasi Bencana
SIPNAP
SIM Jamkesmas (baru)
SPM ONLINE
Pelayanan Informasi Obat
Pedoman
Buku Konsil Kedokteran Indonesia
Pedoman Pengobatan Dasar
Pedoman TB
Daftar Obat Esensial Nasional
JUKNIS DAK 2009
Pharmaceutical Care
Manual P2M
RISKESDAS 2007 KALTIM
RISKESDAS 2007 Nasional
SKN 2009 (New)
RPJPK 2005-2025
Peraturan Bid. Kesehatan
Permenkes 741 (SPM)
Permenkes 512 (Praktek)
Permenkes 267
Materi Pertemuan
Materi Pertemuan
Info Kesehatan
Info Kesehatan
Sekilas Informasi
10 PRINSIF TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK                            1. PARTISIPASI  MENDORONG SETIAP WARGA UNTUK MEMPERGUNAKAN HAK DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN, YANG MENYANGKUT KEPENTINGAN MASYARAKAT BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG.  2. PENEGAKKAN HUKUM MEWUJUDKAN ADANYA PENEGAKKAN HUKUM YANG ADIL BAGI SEMUA PIHAK TANPA PENGECUALIAN, MENJUNJUNG TINGGI HAM DAN MEMPERHATIKAN NILAI - NILAI YANG HIDUP DALAM MASAYARAKAT 3. TRANSPARANSI MENCIPTAKAN KEPERCAYAAN TIMBAL BALIK ANTARA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT MELALUI PENYEDL4AN INFORMASI DAN MENJAMIN KEMUDAHAN DI DALAM MEMPEROLEH INFORMASI YANG AKURAT DAN MEMADAI 4. KESETARAAN MEMBERI PELUANG YANG SAMA BAGI SETIAP ANGGOTA MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAANNYA 5. DAYA TANGKAP MENINGKATKAN KEPEKAAN PARA PENYELENGGARA PEMERINTAH TERHADAP ASPIRASI MASYARAKAT TANPA TERKECUALI 6. WAWASAN KE DEPAN MEMBANGUN DAERAH BERDASARKAN VISI DAN STRATEGI YANG JELAS DAN MENGIKUTSERTAKAN WARGA DALAM SELURUH PROSES PEMBANGUNAN, SEHINGGA WARGA MERASA MEMILIKI DAN IKUT BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP KEMAJUAN DAERAHNYA 7. AKUNTABILITAS MENINGKATKAN AKUNTABILITAS PARA PENGAMBIL KEPUTUSAN DALAM SEGALA BIDANG YANG MENYANGKUT KEPENTINGAN MASYARAKAT 8. PENGAWASAN MENINGKATKAN DAYA PENGAWASAN TERHADAP PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAN PEMBANGUNAN DENGAN MENGUSAHAKAN KETERLIBATAN SWASTA DAN MASYARAKAT LUAS 9. EFISIANSI DAN EFEKTIFITAS MENJAMIN TERSELENGGARANYA PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER DAYA YANG TERSEDIA SECARA OPTIMAL DAN BERTANGGUNGJAWAB 10. PROFESIONALISME MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN MORAL PENYELENGGARA PEMERINTAHAN AGAR MAMPU MEMBERI PELAYANAN YANG MUDAH, CEPAT, TEPAT DENGAN BIAYA YANG TERJANGKAU




GALERI PHOTO
KONTAK PEMBACA
Nama:

Pesan:

Polls
Bagaimana Tampilan Website Ini
 
Siapa Yang Online
: Home :: Visi & Misi Gubernur :: ViSi & Misi Dinkes :: Forum Diskusi :: Info Jamkesmas :: Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Prov.Kaltim :: Forum Diskusi Kesehatan :
Advertisement