|
| Rabu, 10 Maret 2010 |
|
Home |
|
|
|
|
|
Senin, 08 Pebruari 2010 |
|
Pabrik Obat dan/atau Pedagang Besar Farmasi (PBF) dalam menyalurkan Obat Generik kepada Pemerintah, Rumah Sakit, Apotek dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya harus menggunakan Harga Neto Apotek (HNA) plus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebagai harga patokan tertinggi. Tetapi dalam rangka menjamin ketersediaan dan pemerataan obat generik, pabrik obat dan/atau PBF dapat menambahkan biaya distribusi maksimum sebesar 5% untuk Regional I-II, 10% untuk Regional III dan 20% untuk Regional IV. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Senin, 08 Pebruari 2010 |
|
Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau program jaminan pelayanan kesehatan secara gratis bagi penduduk miskin dan kurang mampu di Puskesmas maupun rumah sakit dilanjutkan. Bahkan kepesertaan Jamkesmas sebagai salah satu unggulan program 100 hari diperluas terhadap tiga kelompok sasaran baru yaitu orang miskin baru akibat tertimpa musibah bencana, orang miskin penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan di Rumah Tahanan (Rutan), orang-orang tua miskin yang tinggal di Panti Sosial, anak terlantar dan anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti-panti asuhan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 04 Pebruari 2010 |
 Lebih dari 3 juta jiwa penduduk di dunia hidup di wilayah perkotaan. Di tahun 2007 untuk pertama kali dalam sejarah, laju pertambahan populasi penduduk hidup di perkotaan telah melampaui 50%, dan proporsi ini akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang. Diproyeksikan pada tahun 2030, 6 dari 10 orang akan menjadi penghuni daerah perkotaan dan akan meningkat menjadi 7 dari 10 orang di tahun 2050. Di Indonesia, tahun 2009, lebih dari 43 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan, dan menurut prediksi pada tahun 2025 lebih dari 60 persen populasi akan tinggal di pusat kota. Sebagai akibatnya, pemerintah kota menghadapi tantangan besar; keberhasilan menghadapi tantangan itu sangatlah penting bagi kelangsungan Indonesia, dan juga pertumbuhan ekonomi serta pengurangan kemiskinan. Di tahun 1999, dua dari lima kota di Indonesia termasuk miskin; dalam dekade berikutnya, urbanisasi akan membawa masyarakat menuju daerah kumuh di kota (tahun 1999, sumber World Bank 2002). Laju urbanisasi tidak terhindarkan lagi dan telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita sekarang ini. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 04 Pebruari 2010 |
|
Kematian dan kesakitan ibu hamil, bersalin dan nifas masih merupakan masalah besar negara berkembang termasuk Indonesia. Di negara miskin, sekitar 25-50% kematian wanita usia subur disebabkan oleh masalah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, dan nifas. WHO memperkirakan diseluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 meninggal saat hamil atau bersalin. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 04 Pebruari 2010 |
|
Untuk mencapai sasaran Millenium Development Goals (MDGs) yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup (KH) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 23 per 1.000 KH pada tahun 2015, perlu upaya percepatan yang lebih besar dan kerja keras karena kondisi saat ini, AKI 307 per 100.000 KH dan AKB 34 per 1.000 KH. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rabu, 27 Januari 2010 |
|
Dalam rangka mutasi pejabat eselon 2 di lingkungan Pemprov Kaltim , salah satunya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur yang ditinggalkan H. Sutarnyoto, SKM, MSi (karena menjadi Asisten Sekprov Bidang Kesejahteraan Rakyat). Dr. M. Syafak Hanung, Sp.A yang sebelumnya Direktur RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dipercaya memimpin Diskes Kaltim. Posisinya di RSKD digantikan Rachim Dinata, yang sebelumnya menjabat sebagai Wadir RSKD, yang pelantikannya dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Timur pada tanggal 26 Januari 2010. |
|
|
Rabu, 20 Januari 2010 |
|
Obat merupakan unsur penting dalam penyelenggaraan upaya kesehatan. Sebagian besar intervensi medik menggunakan obat, oleh karena itu akses masyarakat terhadap obat harus diperluas mencakup ketersediaan jenis maupun jumlahnya. Selain itu, perlu diperhatikan pula jaminan terhadap keamanan, khasiat, dan mutu obat serta penyebaran yang merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk menggalakkan kembali penggunaan obat generik di sarana pelayanan kesehatan utamanya milik Pemerintah, dilakukan langkah-langkah strategis. PERMENKES NO: HK.02.02/MENKES/068/2010 tentang : Kewajiban Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sabtu, 09 Januari 2010 |
|
Kegemukan di perut atau pinggang merupakan salah satu dari tanda sindrom metabolik. Apabila sindrom metabolik tidak tertangani, penderita dapat terserang diabetes tipe 2 serta penyakit jantung dan pembuluh darah. Sayangnya, bahaya kegemukan di pinggang ini kurang disadari masyarakat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sabtu, 09 Januari 2010 |
|
"Ayo ibu-ibu! Jangan tidur-tiduran saja di rumah. Tanam sayur-sayuran di kebun. Pisang setandan jangan dimakan sendiri ya,” begitu seruan Katherine Mera, kader posyandu dari Kecamatan Lasiola, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang memancing tawa dan tepuk tangan puluhan orang. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 08 Januari 2010 |
|
eberadaan Posyandu sangat mendukung dan mempunyai kontribusi yang besar dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam upaya preventif dan promotif, keberadaan Posyandu juga memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian cakupan imunisasi. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 01 Januari 2010 |
|
Tembakau/rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok dan separuh perokok mati pada usia 35 – 69 tahun. Data epidemi tembakau di dunia menjunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut terus, pada tahun 2020 diperkirakan terjadi sepuluh juta kematian dengan 70 persen terjadi di negara sedang berkembang. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 01 Januari 2010 |
|
Pembangunan kesehatan telah menunjukkan keberhasilan yang cukup menggembirakan. Namun, 5 tahun ke depan (2010-2014) tantangan akan semakin berat, terutama mencapai dua sasaran besar yaitu, pencapaian MDGs dan jaminan kesehatan semesta atau universal coverage. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 01 Januari 2010 |
|
Masa balita terutama pada usia dua tahun pertama merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat dibandingkan dengan kelompok umur lainnya. Masa ini tidak terulang sehingga disebut window of opportunity untuk menciptakan anak sehat dan cerdas. Intervensi kesehatan dan gizi harus diberikan secara optimal pada periode ini untuk menjamin kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 10 Desember 2009 |
|
Dalam rangka Implemntasi Pelaporan Narkotika & psikotropika di kabupaten/kota,maka diadakan pertemuan petugas Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur dalam Impelementasi Sistem Pelaporan Narkotika & Psiktropika (SIPNAP) dalam bentuk software yang diadakan di Provinsi Kalimantan dari tanggal 9 sd/11 Desember 2009 bertempat di Hotel Grand Sawit Samarinda yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan yang wakilkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Dalam sambutannya menyatakan
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 12 November 2009 |
|
Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 45 Tahun 2009 dengan tema "Lingkungan Sehat Rakyat Sehat", dilaksanakan upacara peringatan yang dilaksanakan pada tanggal 12 Nopember 2009 di halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur dengan Inspektur Upacara oleh Asisten III Setprov. Kaltim Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) H. Sutarnyoto, SKM, MSi yang sekaligus membacakan Pidato Menteri Kesehatan RI. Dalam Pidatonya, mengingatkan untuk dapat lebih mengarah pada peningkatan kualitas lingkungan dalam pencapaian sasaran pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas bangsa secara keseluruhan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 06 November 2009 |
|
Tema HKN ke-45 tahun 2009 adalah “LINGKUNGAN SEHAT RAKYAT SEHAT”. Tema ini sejalan dengan semangat kita untuk meningkatkan kualitas lingkungan yang didukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui upaya pemantapan Desa Siaga di seluruh Indonesia sebagaimana tercermin dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kesehatan (RPJP-K) tahun 2005-2025. Makna logo: 1. Gambaran beberapa individu dalam berbagai corak warna menunjukkan dimanapun manusia Indonesia hidup dalam lingkungan yang sehat penuh keceriaan, kebugaran dan vitalitas. 2. Bulatan biru melambangkan lingkungan kediaman/tempat kehidupan yang segar, bersih, bebas polusi dan sehat didukung dengan ketersediaan air bersih. 3. Gambar daun hijau menunjukkan keseimbangan eko-sistem lingkungan yang melambangkan pertumbuhan dan kepedulian akan sumber oksigen kehidupan untuk mencapai status kesehatan yang berkualitas. |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 19 dari 195 |
|
|
|
STATISTIK PENGUNJUNG |
 | Hari Ini | 153 |  | Kemarin | 376 |  | Minggu Ini | 857 |  | Bulan Ini | 2971 |  | Keseluruhan | 144399 |
|
|
Siapa Yang Online |
|
Saat ini ada 3 tamu online |
|
|